Summary
Procurement Steps
Latar belakang
Pengadaan adalah
perolehan barang atau jasa
dengan total biaya kepemilikan terbaik, dalam jumlah kualitas pada waktu dan tempat yang tepat untuk kepentingan
langsung atau penggunaan pemerintah, perusahaan, atau perorangan, yang umumnya melalui kontrak
Gambaran Umum
- Apa pengadaan? Apa relevansinya
dengan logistik??
Pengadaan mengacu
pada bahan baku, komponen, dan persediaan yang dibeli dari luar Organisasi
untuk mendukung operasi perusahaan.
Hal ini erat kaitannya dengan logistik karena barang dan jasa yang diperoleh harus dimasukkan ke dalam rantai pasokan dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat mereka dibutuhkan.
Sejarah.
Pengadaan Sederhana : Pengadaan yang sederhana mungkin melibatkan tidak
lebih dari pembelian berulang.
2.
Pengadaan kompleks : Pengadaan yang kompleks bisa melibatkan
mencari partner jangka panjang atau bahkan 'co-takdir' pemasok yang
fundamental mungkin melakukan satu organisasi yang lain.
• Masalah:
–
1. Berapakah jumlah kebutuhan bahan baku yang
harus di penuhi dalam satu periode ??
–
2. Bagaimanakah cara Pengadaan Bahan Baku ??
Jawab :
1. Berapakah jumlah kebutuhan bahan baku yang
harus di penuhi dalam satu periode ??
• harus
sesuai dengan proses produksi
Jika jumlah Bahan Baku > kebutuhan bahan baku
Menunjukkan bahan baku berlebihan, sehingga perusahaan akan
menanggung resiko biaya simpan dan biaya banga tinggi.
• Jika
jumlah Bahan Baku > kebutuhan bahan baku
maka akan
menghambat jalannya proses produksi
2. Ada 4 cara dalam Pengadaan Bahan Baku
• 1.
Jumlah keseluruhan dibeli sekaligus : Keuntungan
:
1. Frekuensi pembelian kecil,
sehingga biaya pembelian dapat minimal
2. Perusahaan tidak kuatir akan
kekurangan Bahan Baku
3. Perusahaan mempunyai
persediaan yang cukup, sehingga stock persediaan rendah
4. Proses produksi dapat
berjalan lancar
– 1. Harga pembelian per unit konstan
– 2.
Bahan baku selalu tersedia di pasar setiap saat dibutuhkan
– 3.
Kebutuhan Bahan Baku tersebut relatif stabil sepanjang tahun
4. Just
in time (JIT) : Persediaan diperoleh dan dimasukkan dalam produksi tepat pada
saat dibutuhkan.
• Hal yang dibutuhkan:
1. Sistem informasi persediaan dan
produksi yang tepat
2. Pembelian dengan efisiensi
tinggi
3. Pemasok yang dapat diandalkan
4. Pengelolaan yang efisien
Bagan procurement steps

Hubungan Kerja dengan
Bagian Lain
PT.CARREFOUR
INDONESIA
Carrefour menetapkan
tingkat persediaan yang diperlukan untuk menjalankan operasional hariannya
melalui pengadaan. Namun memang karena Carrefour sendiri menggunakan sistem
cross dock yang bersifat just in time sehingga persediaan yang seharusnya
ditangani oleh bidang procurement yang ada menjadi sangat minim karena fungsi
utama gudang Carrefour adalah untuk meredistribusi produk
·
Tingkat
persediaan minimum : ukuran persediaan
dimana persediaan tidak boleh di bawah ukuran tersebut. Ukuran ini ditetapkan
untuk tujuan kontrol.
Perhitungan umumnya
adalah :
Reorder Level - (Average rate of Usage x
Average lead time)
·
Tingkat persediaan maksimum : ukuran persediaan dimana persediaan tidak
boleh di atas ukuran tersebut. Ukuran ini ditetapkan untuk tujuan pengendalian
atas pengadaan dan ukuran aktual. Khusus yang ditahan digudang tidak boleh
berlebihan.
Perhitungan umumnya adalah :
Reorder level + (
economic order quantity-minimum rate of usage x minimum lead time )
·
Tingkat Re - Order : ukuran batas yang telah ditetapkan sebagai
pemicu dilakukannya pemesanan baru untuk mencukupi persediaan yang ada.
Purchase order on vendor/Stock Transfer order
ke gudang lain
Distribution center yang dimiliki Carrefour terdapat di dua tempat
yaitu di Pondok Ungu dan Lebak Bulus. Sehingga dimungkinkan terjadinya stock
transfer antara kedua DC tersebut.
Sistem yang digunakan mengontrol proses aliran order para pemasok adalah sistem Central Order Pool (COP). Sistem ini melakukan proses order otomatis dan terpusat berdasarkan posisi stok di gerai dan parameter-parameter lain. Untuk melakukan pemesanan barang, Carrefour Indonesia menggunakan sistem Electronic Data Interchange. Jadi secara otomatis jika pemesanan telah dilakukan, pemasok akan menerima purchase order melalui web. Bahkan sebagian pemasok telah mengintegrasikan sistem ini dengan sistem ERP mereka (SWA, 2009).
Hambatan
Beberapa keadaan yang menunjukan langkah
distribusi di tingkat pengadaan bahan baku yang tidak efektif antara lain :
• Adanya mesin yang menganggur
• Adanya persediaan di luar rencana
• Adanya kerusakan/kehilangan dalam proses
• Adanya keterlambatan pengiriman
Solusi
Diperlukan prediksi yang tepat atas tingkat penggunaan
dan lead time (interval waktu antara saat pemesanan dan saat barang baku
tersedia)
• Waktu
yang diperlukan untuk pengantaran

No comments:
Post a Comment